Bebas Ambil, Bayar Suka-Suka! Kedai Unik di Kendal Bikin Salut

Sulitnya roda ekonomi saat masa pandemi mendorong munculnya berbagai bisnis berkonsep unik dan solutif. Salah satunya bisa ditemui di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sebuah kedai kuliner menghadiri terobosan menarik dengan mengizinkan pengunjung menikmati sajian makanan dan minuman sepuasnya, lalu membayar sesuai kesanggupan atau kerelaan masing-masing!

Berlokasi strategis di persimpangan Pasar Sukodono, Kecamatan Kota Kendal, kedai milik Ahmad Saipudin ini menyajikan beragam pilihan menu, mulai dari aneka soto, mi rebus dan goreng, variasi minuman panas dan dingin, hingga bermacam kudapan. Semua hidangan tersebut bebas dinikmati pengunjung sepuasnya di lokasi dengan pembayaran seikhlasnya—kecuali menu tengkleng yang dipatok seharga Rp33 ribu lengkap beserta nasi dan minum.

Menurut Ahmad, skema bayar sukarela yang sudah bergulir sejak awal Juli 2020 ini mampu melariskan 70 hingga 100 porsi saban hari. Meski begitu, ia menegaskan bahwa konsep unik tersebut bersifat sementara karena ingin memperkenalkan terobosan baru yang terbilang langka di kawasan Kendal.

Lantas, apa alasan di balik hadirnya ide unik ini? Sang pemilik mengungkapkan bahwa usaha kuliner ini sebenarnya telah berjalan sejak Januari 2020, namun terpaksa tersendat akibat merebaknya pandemi COVID-19. Seiring membaiknya situasi dan penyesuaian jam operasional pada awal Juli 2020, ia pun meluncurkan program Makan Sepuasnya Bayar Sesukanya sebagai bentuk rasa syukur atas dibukanya kembali izin beraktivitas di Kendal.

Kehadiran program dermawan ini disambut hangat oleh warga sekitar, salah satunya Lativ Shaykhoni. Ia merasa bersyukur karena aksi sosial ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan makanan berkualitas di tengah keterbatasan anggaran. Fenomena warung unik di saat pandemi ini juga mengingatkan pada aksi Renita Fridasari (23), seorang pramugari yang terpaksa dirumahkan dan beralih membuka “Warung Tikungan” di sudut jalan demi bertahan hidup.

sosok gadis berparas manis asal Desa Karanglo, Klaten Selatan ini kini menyita perhatian lewat usaha warung kopi (warkop) yang ia dirikan di tikungan sebelah utara Hutan Kota Gergunung, Klaten Utara. Daya tarik dara kelahiran 1 November 1996 tersebut sukses memikat para pembeli. Tak sekadar menikmati sajian kopi atau camilan, tak sedikit pengunjung yang sengaja datang untuk mengajak Renita berswafoto bersama.

Mengutip Solopos, Renita menceritakan bahwa warkopnya yang baru berjalan dua pekan tersebut memang didominasi oleh kaum pria. Informasi keberadaan warkop ini tersebar dari lingkaran pertemanan hingga unggahan di Instagram. Ia juga mengungkapkan kerap ditanyai pengunjung yang penasaran ingin melihat langsung sosok mantan pramugari tersebut.

More From Author

Unik tapi Nyata! Layanan Sewa Orang untuk Minta Maaf Laris di Jepang